Akhirnya.

Ahem. Udah lama banget ternyata nggak nulis blog. Nggak deng… nggak lama banget, tapi lama BUANGET!

Jadi, apa yang dilakukan si Clio selama 5 tahun (omg!) ini? Kenapa buku ke empatnya nggak jadi-jadi? Ternyata banyak banget, tapi nggak berhubungan sama sekali dengan dunia tulis-menulis, kecuali sekelumit jurnal pribadi di sana-sini.

Well, sebenarnya ada sih, buka naskah sesekali dengan niat mau menyelesaikan. Biasanya berhasil selama 1 bulan sebelum terpotong lagi dengan aktivitas lain. Dengan demikian, bisa dibilang itu pekerjaan sia-sia yang tidak perlu dianggap ada.

Singkat cerita, beberapa bulan belakangan ini, si Clio (*iya, aku maksudnya) mulai keluar dari gua dan melihat dunia. Dan dia membuat keputusan permanen untuk terjun sepenuhnya ke hal-hal yang dia cintai sepenuh hati. Selain bersedia mulai menulis lagi di blog (blog baru nih… cie ciee…, hus!), dia pun punya ide-ide yang sudah menggantung di kepala tentang cerita Andrew, eh, Fay, yang sempat tertunda penulisannya. Juga, dia memutuskan untuk mulai membantu teman-temannya yang ingin belajar menulis — tak hanya menulis novel, sebenarnya…. kadang kita hanya perlu menulis untuk mengeluarkan apa yang perlu dituangkan dalam kata-kata, apapun bentuknya.

Nah, jadi bagaimana dengan pertanyaan terpenting abad ini, “Kapan novel ke empatnya jadi, Kak? Kak Lexie aja sudah selesai entah berapa novel. Juga JK Rowling, Tere Liye, Paulo Coelho….”

Terhadap pertanyaan tersebut, dia pastinya akan menjawab dengan takut-takut, “Eh, jadi gini…. nggak adil juga kan kalau dibandingin gitu.” “Pokoknya ditulis nih…. janji deh nggak kabur lagi. Rajin update blog dan facebook untuk status buku.” <Dia sebenarnya mau ngomong, ‘sabar ya’, tapi udah nggak berani.

So, I’m just going to say, wish me luck!